Pantangan Makanan Penderita Kencing Batu

pantangan-makanan-penderita-kencing-batu

Makanan adalah sumber nutrisi dan gizi penting bagi tubuh kita. Namun tidak semua makanan boleh dikonsumsi, ada kalanya beberapa yang dilarang dikonsumsi karena kandungannya yang berbahaya bagi tubuh. Memilih selektif asupan makanan adalah hal yang wajib dilakukan oleh semua orang, termasuk bagi pengidap kencing batu. Sebaiknya hindari beberapa pantangan makanan penderita kencing batu agar kondisi tidak semakin parah dan membahayakan.

Kencing batu tergolong penyakit yang berbahaya jika terus dibiarkan tanpa pengobatan. Untuk itu sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi Anda. Naha jika Anda sudah terdiagnosis terkena kencing batu Anda dianjurkan untuk melakukan tindakan pengobatan rutin.

Namun tidak hanya tindakan pengobatan saja yang harus dilakukan, cara menyembuhkan kencing batu pun bisa diimbangi dengan menghindari beberapa pantangan makanan agar penyembuhan berjalan optimal.

Lalu apa saja pantangan makanan penderita kencing batu ? Berikut diantaranya :

  • Makanan yang mengandung oksalat

Asam oksalat didalam tubuh juga dapat membentuk kristal penyebab batu ginjal. Asam oksalat banyak dijumpai pada sayur bayam, strawberry, coklat, gandum, biji-bijian dan teh. Karena sifatnya yang dapat membentuk kristal saat mengendap, maka penderita batu ginjal disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari makanan tersebut.

  • Makanan yang mengandung kalsium (keju, tahu, tempe, kacang kedelai, kol, keju, kerang,dll)

Kalsium adalah jenis mineral yang dibutuhkan setiap manusia untuk memberikan perlindungan bagi tulang dan menjaga tubuh kita tetap sehat. Namun bagi penderita kencing batu dan batu ginjal, kalsium justru adalah mineral berbahaya. Kalsium yang terlalu berlebih dapat menyebabkan endapan pada ginjal dimana akhirnya berujung pada pembentukan batu.

  • Garam

Makanan yang mengandung garam tinggi juga mampu memperburuk kondisi kencing batu bagi penderitanya. Sebaiknya batasi konsumsi garam berlebih untuk mengurangi kalsium yang dikeluarkan lewat ginjal.

  • Makanan yang mengandung zat purin (lobster, ikan tuna, tape, kepiting, daging sapi)

Zat purin didalam tubuh akan melalui proses pemecahan menjadi asam urat dan kemudian bisa masuk ke dalam urine kita. Ketika mengonsumsi makanan ini maka akan memperbesar risiko lebih berat bagi penderita kencing batu.

  • Minuman bersoda

Minuman soda dapat memperburuk keadaan dalam urine karena ada kaitannya dengan kalsium oksalat batu ginjal. Minuman bersoda atau karbonat didalamnya terkandung kadar kalsium, natrium, kreatinin, dan asam oksalat. Zat-zat tersebut merupakan kombinasi buruk yang bisa membuat penderita kencing batu berisiko menderita gagal ginjal.

  • Minuman manis

Tak hanya diabetes, minuman manis mampu membuat ukuran ginjal meningkat. Bahkan perubahan patologis bisa saja terjadi pada gijal, termasuk mendukung terbentuknya batu ginjal yang bisa berimbas juga pada kencing batu.

  • Daging merah

Daging merah merupakan makanan yang mengandung protein tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hal ini disebabkan karena pemecahan protein bisa menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras, sehingga ada banyak racun yang harus disaring oleh ginjal.

  • Susu dan produk olahan susu

Susu mengandung kalsium yang bisa meningkatkan resiko batu ginjal. Susu juga mengandung beberapa komponen seperti kalsium, magnesium dan kalium. Ketiga mineral ini sangat berbahaya karena bisa mengembangkan batu ginjal yang lebih parah.

  • Minuman berkafein

Berbagai jenis minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh sangat dilarang untuk penderita kencing batu. Bahaya kafein tersebut karena jenis minuman ini stimulan yang bisa menyebabkan gangguan untuk sistem pembuluh darah dan menekan ginjal bekerja lebih berat.

Jangan hanya menghindari pantangan makanan penderita kencing batu itu saja, Anda perlu membiasakan diri minum banyak air putih agar batu penyebab kencing batu yang belum terbentuk terlalu besar bisa lebih gampang luruh. Ketika luruh maka saat buang air kecil batu bisa dikeluarkan bersama urine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *