Faktor Resiko Terkena Epilepsi

Epilepsi terjadi akibat gangguan pada sistem saraf otak manusia karena adanya aktivitas yang berlebihan dari sekelompok sel neuron pada otak. Sebetulnya apa saja yang menjadi faktor resiko terkena epilepsi tersebut?

faktor-resiko-terkena-epilepsi

Otak manusia adalah sumber di mana epilepsi itu terjadi. Meskipun gejala kejang dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, suatu peristiwa yang menghasilkan gejala epilepsi pusatnya terjadi pada otak. Seseorang didiagnosis dengan epilepsi jika mereka mengalami satu atau kejang berlebihan yang tidak disebabkan oleh beberapa kondisi medis yang telah dikenal seperti, mengonsumsi alkohol atau kadar gula darah yang rendah.

Mengalami kejang pada saat-saat tertentu dapat menyebabkan keadaan yang berbahaya bagi Anda atau orang lain seperti terjatuh, tenggelam, kecelakaan mobil, komplikasi kehamilan dan gangguan kesehatan mental.

Segera periksakan jika Anda mengalami gejala berikut :

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
  • Pernapasan atau kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti
  • Kejang kedua berlangsung segera setelahnya
  • Demam tinggi

Jika anda memiliki tanda-tanda atau gejala gejala diatas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. Semakin dini memeriksa keadaan ke dokter, cara menyembuhkan epilepsi pun akan semakin cepat dan mudah. Karena itu sebaiknya Anda pahami apa saja yang menjadi faktor resiko seseorang terkena epilepsi.

Faktor Resiko Terkena Epilepsi

1. Faktor Usia

Umumnya mereka yang berada di usia anak-anak atau bahkan manula lebih rentan terkena serangan tersebut. Hal ini disebabkan karena pada anak-anak dan manula kemampuan saraf otak tidak maksimal seperti pada usia pertumbuhan yang cukup.

Masa kanak-kanak merupakan masa dimana otak sedang bertumbuh. Sebaliknya pada manula kemampuan otak mengalami degradasi atau penurunan. Sehingga lebih mudah terserang penyakit yang berhubungan dengan fungsi saraf otak seperti salah satunya yaitu penyakit epilepsi.

2. Faktor Keturunan

Saat terdapat salah satu riwayat keluarga yang menderita epilepsi, bisa jadi penderita mengalami hal tersebut. Karena itu umumnya dokter akan melihat sejarah kesehatan keluarga. Adanya resiko dan riwayat macam-macam penyakit saraf pada orang tua atau keluarga penderita, berpotensi untuk menimbulkan penyakit epilepsi pada keturunannya.

3. Kejang Demam

Suhu badan yang sangat tinggi umumnya dapat memicu serangan kejang dan kehilangan kesadaran. Sehingga penderita yang cenderung mengalami kejang demam secara otomatis akan beresiko lebih tinggi terhadap serangan ayan atau epilepsi.

4. Penyakit Stroke

Umumnya segala macam penyakit yang berkaitan dengan saraf otak sangat rentan memicu terjadinya epilepsi pada seseorang. Oleh sebab itu jangan sepelekan penyakit stroke dan komplikasinya. Lakukan pengobatan yang teratur untuk menghindari resiko serangan stroke selanjutnya termasuk resiko menderita penyakit epilepsi.

5. Gegar Otak

Pada kondisi tersebut umumnya fungsi otak tidak berjalan maksimal. Sehingga kekurangan yang terjadi bisa saja memicu terjadinya penyakit epilepsi.

6. Kondisi Medis Tertentu

Infeksi pada sistem saraf dapat mengakibatkan aktivitas kejang. Ini termasuk infeksi pada meliputi otak dan cairan tulang belakang atau penyakit meningitis, infeksi otak atau ensefalitis, dan virus yang memengaruhi imun manusia (HIV), serta infeksi saraf dan imun manusia terkait yang dapat menjadi penyebab epilepsi.

Itulah beberapa faktor resiko terkena epilepsi yang umum terjadi. Semoga informasi diatas bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *