Jenis Penyakit Syaraf

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) yang berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemprosesan impul saraf dan perintah untuk memberikan tanggapan rangsangan.

Ketahui-10-Jenis-Penyakit-Syaraf,-Penyebab-Dan-Pencegahannya

Sistem saraf sangat penting bagi tubuh karena bagian-bagian sistem saraf bertugas untuk membawa pesan kepada tubuh. Sehingga jika salah satu sistem sarah tidak berfungsi maka akan mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Terganggunya sistem saraf pada tubuh manusia, berakibat fatal bagi kesehatan. Jika sudah begitu, manusia tidak akan bisa menjalankan rutinitas kehidupannya secara normal. Biasanya, gejala awal suatu penyakit saraf menyerang saraf manusia ditandai dengan sakit kepala dalam skala yang sering.

Berikut beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem syaraf manusia, diantaranya :

1. Vertigo

Jika anda mengalami sakit kepala yang di tandai dengan gejala sensasi diri sendiri atau sekeliling serasa berputar, mungkin anda terkena vertigo. Selain itu, penderita yang mengalami vertigo akan kehilangan keseimbangan dalam beberapa waktu. Hal ini membuatnya merasa kesulitan untuk berdiri, bahkan sampai berjalan. Mereka juga mengalami gejala mual mual dan muntah.

2. Sindroma parkinson

Penyakit ini terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian otak pengendali jaringan otot, akibatnya, individu pengidap parkinson akan mengalami gemetar yang tidak beraturan pada bagian tubuhnya.

3. Meningitis

Meningistis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput saraf, penyakit ini diakibatkan oleh adanya infeksi virus dan parasit seperti toksoplasma.

4. Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit sistem saraf yang berupa kehilangan kemampuan untuk peduli kepada diri sendiri. Penderita penyakit sistem saraf ini kehilangan kemampuan dalam hal mengingat peristiwa yang baru terjadi. Penerita penyakit sistem saraf ini kemudian menjadi bingung, menjadi pelupa, sering mengulang-ulang pertanyaan yang sama, bahkan tersesat saat berada di tempat yang tak asing baginya atau sering dikunjungi.

5. Epilepsi

Epilesi atau ayan adalah gangguan pada sistem saraf sehingga menyebabkan kejang (kontaksi keras pada otot tubuh). Kejang pada penderita epilepsi disebabkan aktivitas listrik yang tidak normal pada otak. Kejang ini akan disertai dengan busa dan dapat terjadi secara mendadak serta berulang-ulang.

6. Migrain

Gangguan ini dapat terjadi akibat adanya aktivitas berlebih impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak. Aktivitas tersebut mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak dan juga peradangan.

7. Stroke

Adalah penyakit yang disebabkan karena adanya peyumbatan dan pecah pembuluh darah dalam otak sehingga mengganggu pada saraf dan membuat otak menjadi rusak. Penyumbatan yang terjadi adalah karena adanya penyempitan pada pembuluh darah, bisa juga karena penyumbatan akibat emboli.

8. Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah penyekait yang menyerang pada bagian otak sehingga kepala penderita menjadi sangatlah besar hingga tidak mampu untuk mengangkat tubuh sendiri. Bagi mereka yang mengalami hidrosefalus biasanya akan mengalami adanya penumpukan cairan di dalam otaknya. Sehingga terjadinya peningkatan pada tekanan otak.

9. Neuritis

Neuritis adalah kelainan pada sistem saraf karena adanya tekanan, pukulan, keracunan, patah tulang serta kekurangan vitamin B komplek (B1, B6, B12). Penderita neuritis akan lebih sering mengalami kesemutan pada sekujur tubuhnya terutama tangan dan kaki.

10. Hilang Ingatan (Amnesia)

Penyakit ini dapat bersifat sementara sehingga ingatannya menjadi pulih, atau dapat juga permanen. Kondisi penderita amnesia tergantung dari parah atau tidaknya trauma otak. Trauma pada otak ini biasanya disebabkan oleh benturan atau kecelakaan.

Itulah beberapa jenis gangguan yang dapat menyerang syaraf manusia. Tindakan pencegahan penyakit syaraf sendiri dapat Anda lakukan dengan terus menjaga pola hidup sehat.

Jangan lupa konsumsi makanan sehat bergizi dan jangan malas berolahraga. Tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar terhindar dari resiko terkena penyakit yang menular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *