Apakah Penderita Cacar Air Tidak Boleh Mandi ?

apakah-penderita-cacar-air-tidak-boleh-mandi

Setiap orang pasti pernah mendengar dan bertanya-tanya apakah penderita cacar air tidak boleh mandi ? Nah, untuk mengetahui jawabannya, sebaiknya simak penjelasan berikut dengan benar.

Penyakit cacar air merupakan penyakit yang umum di Indonesia, dan sering diderita anak-anak yang usinya masih dibawah 10 tahun. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga menderita penyakit ini.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini umumnya ditandai dengan kemunculan ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Apakah Penderita Cacar Air Tidak Boleh Mandi ?

Sebenarnya tidak ada larangan mandi penderita cacar air. Untuk itu Anda sebaiknya tetap mandi dengan air mengalir dan sabun mandi. Hal ini bertujuan agar higienitas tubuh tetap terjaga dan mencegah infeksi lain yang masuk kedalam tubuh di saat kekebalan tubuh sedang turun akibat terinfeksi virus cacar.

Yang menjadi perdebatan boleh atau tidaknya mandi bagi pendertita cacar air adalah sebab mandi inilah dapat membuat ruam atau luka yang disebabkan oleh penyakit cacar air membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhan. Ruam atau luka ini akan sulit mengering dan menimbulkan efek seperti flek hitam yang cukup banyak.

Anda dianjurkan untuk tidak mandi secara sering agar tidak terjadi hal demikian yang menghambat proses penyembuhan. Selain itu ada beberapa saran dan pantangan yang sebaiknya dilakukan maupun dihindari bagi penderita cacar air, diantaranya yaitu :

  • Lakukan mandi secara perlahan

Pada saat mandi hindari sponge bath, karena dikhawatirkan akan membuat lepuhan cacar air menjadi pecah atau terkoyak. Karena jika pecah akan menimbulkan luka parut atau bekas yang nyata ketika sembuh. Gunakanlah tangan secara perlahan saat memandikan badan, jangan sampai menggaruk kulit yang gatal apalagi secara kasar.

  • Mandi menggunakan air hangat

Jika penderita masih demam, maka disarankan untuk mandi air hangat. Air hangat bertujuan agar tubuh tidak menggigil karena perbedaan suhu tubuh dan suhu air yang tak jauh. Di samping itu, bagi beberapa orang, air hangat juga bermanfaat mengurangi rasa gatal yang biasanya menyertai cacar air.

  • Mandi cukup 1 x sehari

Jangan terlalu sering mandi karena dikhawatirkan gelembung cairan cacar air malah akan menjadi lebih mudah pecah dan menimbulkan masalah baru. Anda dianjurkan untuk mandi cukup satu kali saja dalam sehari, baik di pagi hari maupun sore hari.

  • Menggunakan sabun cair untuk bayi

Sebaiknya gunakan sabun yang lembut yang biasanya digunakan untuk memandikan bayi. Dan Anda juga harus menghindari sabun antiseptic yang biasanya justru malah berdampak buruk terhadap kulit.

  • Menggunakan handuk yang lembut/tidak kasar

Setelah mandi, keringkan badan secara perlahan dengan menempelkan ringan, jangan sampai menggosok-gosok atau menekan kuat pada kulit. Dan disarankan untuk menggunakan haduk bersama-sama agar viru penyebab cacar air tidak mudah menular pada orang lain.

  • Tidak boleh keluar rumah

Hal ini bertujuan untuk menghindari alergi pada penderita yang dapat menimbulkan bintik-bintik semakin banyak dan mengganggu proses penyembuhan. Disarankan jika hendak keluar rumah untuk memakai pakaian panjang yang menutupi bagian seluruh tubuh.

Para penderita juga diharuskan untuk istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan makanan yang bergizi. Beberapa saran dan pantangan tersebut dapat Anda lakukan untuk membantu proses penyembuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *