Pencegahan Scabies

Pencegahan scabies memang sangat penting dilakukan, hal ini mengingat penyakit scabies sendiri merupakan penyakit yang mudah menular dan penularannya pun dapat terjadi sangat cepat.

Penyakit scabies merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat kita, maka tak heran banyak penamaan untuk penyakit ini seperti gudik (gudikan), kudis (kudisan), gatal agogo, budukan, dll. Penyebabnya sendiri yaitu tungau yang menyusup ke dalam kulit dan menimbulkan ruam kulit yang sangat gatal dan dapat menimbulkan keropeng.

Rasa gatal ini disebabkan reaksi alergi tubuh terhadap protein dan feses tungau. Karena itu gejala gatal-gatal tetap bisa tersisa sampai kurun waktu tertentu meski tungau-tungau sudah dibasmi. Kudis biasanya memiliki masa inkubasi sekitar 30-42 hari sebelum muncul rasa gatal dan ruam. Ruam tempat tungau bersarang umumnya muncul pada sela-sela jari, ketiak, pergelangan tangan, siku, sekitar payudara, serta telapak tangan dan kaki. Demikian pula di sekitar selangkangan, bokong, lutut, dan sekitar organ intim.

Gejala utama penyakit ini adalah gatal pada kulit terutama memburuk pada malam hari atau saat suhu tubuh meningkat seperti saat olahraga atau setelah mandi air hangat. Selain itu juga timbul benjolan atau garis yang berbentuk seperti lorong diatas kulit pada bagian tubuh manapun kecuali wajah.

Menggaruk kudis berarti tubuh berusaha mengurangi sensasi gatal yang timbul akibat kudis, dengan aktivitas garukan yang terkontrol. Pada saat kita menggaruk kudis dengan berlebihan atau tanpa sadar ketika tidur, maka akan timbul komplikasi yang tidak kita harapkan. Diantaranya :

Kudis koreng atau luka yang melebar akibat garukan dan semakin banyaknya jumlah kutu
Empetigo, yaitu infeksi kulit akibat sawar kulit terbuka dan jaringan kulit terinfeksi kuman sehingga menyebabkan luka yang terbuka dan tampak lebar.

Bagaimana scabies dapat menular?

Pengidap kudis umumnya tidak menyadari bahwa dirinya sudah tetular karena masa inkubasi penyakit ini cukup lama. Akibatnya penyebaran kudis dapat terjadi dengan sangat cepat. Metode penularan utamanya adalah melalui sentuhan kulit, termasuk saat berhubungan seks. Kudis juga terkadang dapat menular jika Anda saling meminjamkan pakaian atau handuk dengan pengidap.

Ketika seseorang didiagnosis dengan scabies, siapa saja yang melakukan kontak fisik dekat dengan orang tersebut juga harus diobati. Cara menyembuhkan scabies ini harus dilakukan dengan benar-benar serius, hal ini karena tungau penyebab scabies ini dapat berkembang biak dengan cepat. Dokter biasanya merekomendasikan bahwa semua anggota keluarga yang tinggal serumah pun harus ikut melakukan pengobatan.

Untuk mempercepat penyembuhan, Anda disarankan untuk tidak menggaruk kulit yang gatal, karena jika terus digaruk, telur tungau akan terus menyebar ke seluruh tubuh dan akan semakin sulit disembuhkan. Nah, saat mandi juga sebaiknya gunakanlah handuk yang selalu bersih dengan penggantian maksimal 2-3 hari sekali.

Pencegahan Scabies

  1. Cuci semua pakaian dan sprei tempat tidur. Gunakanlah air panas dan sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan sprei, atau jika perlu direbus untuk membunuh tungau yang masih tertinggal.
  2. Hindari kontak erat dengan pasien scabies seperti berhubungan seksual ataupun saling menggunakan barang-barang pribadi seperti handuk dan pakaian.
  3. Bersihkan seluruh ruangan di rumah
  4. Untuk benda-benda yang tidak dapat dicuci, Anda dapat memasukan benda-benda tersebut ke dalam plastik tertutup dan letakkan di tempat yang jarang dijangkau selama beberapa minggu. Tungau akan mati dalam beberapa hari ketika dibiarkan tanpa makanan.

Lakukan tindakan pencegahan scabies diatas jika Anda tidak ingin tertular oleh tungau penyebab scabies. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Untuk itu lakukan pencegahan sedini mungkin untuk meminimalisir resiko penularan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *