Ciri Ciri Erosi Serviks

ciri-ciri-erosi-serviks

Ciri ciri erosi serviks memang cenderung minim dan tidak terlihat, namun bukan berarti Anda bisa menyepelekannya begitu saja, sebab perkembangan erosi serviks yang semakin parah bisa membahayakan kesehatan.

Pada umumnya, erosi serviks tidak menyebabkan masalah yang serius. Kondisi ini bahkan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun, kecuali jika disertai dengan infeksi. Jika tidak menimbulkan gejala, erosi serviks tidak perlu diobati. Namun, jika terdapat gejala dan Anda merasa tidak nyaman dengan hal tersebut, Anda bisa memeriksakan kondisi ini ke dokter. Terdapat beberapa cara menyembuhkan erosi serviks yang bisa Anda lakukan. Biasanya pengobatan dilakukan dengan menggunakan panas atau cauterise (pembakaran luka).

Erosi serviks biasanya terjadi pada wanita usia muda. Ektropion atau erosi serviks dapat disebabkan oleh perubahan hormon, karena kehamilan atau karena wanita sedang menggunakan pil KB yang mengandung hormon. Saat Anda sedang mengalami siklus menstruasi, tubuh memproduksi hormon estrogen.

Peningkatan kadar hormon estrogen ini menyebabkan serviks membengkak dan membuka. Hal ini dapat membuat sejumlah sel kelenjar yang ada di dalam serviks berpindah keluar serviks. Akibatnya, terjadi peradangan pada serviks karena sel lembut yang berada di dalam serviks bertemu dengan sel keras yang ada di luar serviks.

Erosi serviks dapat membuat Anda lebih rentan terkena bakteri dan jamur. Hal ini kemudian dapat mengakibatkan infeksi. Oleh karena itu, sering ditemukan orang dengan erosi serviks juga mempunyai infeksi serviks.

Terdapat beberapa ciri ciri erosi serviks yang dapat muncul dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada Anda. Gejala ini dibagi berdasarkan beberapa tahapan, diantaranya :

1. Tingkat ringan

Dimana daerah erosi dari total luas rahim 1/3 yang mengalami erosi serviks termasuk dalam golongan serviks ringan, tidak ada gejala yang jelas, kerusakan kecil, mudah untuk mengobati. Bertambahnya Keputihan, keputihan warna kuning, keputihan purulen atau berair, terutama gatal kelamin eksternal dan dengan bau tidak sedap.

2. Tingkat sedang

Permukaan daerah erosi serviks telah mencapai 1/3 sampai 2/3, peningkatan keputihan, bau berat, warna kuning, tekstur kental atau purulen seperti, dapat merangsang vulva (bagian luar vagina) menyebabkan gatal, kehidupan pernikahan saat berhubungan terasa nyeri, bahkan mengalami pendarahan.

3. Tingkat berat

Daerah erosi serviks lebih dari 1/2 serviks, menunjukkan bau vagina yang abnormal discharge, pasien terjadi keputihan berdarah, setelah hubungan seksual mengalami perdarahan dan fenomena perdarahan vagina yang tidak teratur, disertai dengan frekuensi kencing, urgensi dan gejala lainnya.

Jika memasuki tahap yang serius, sekresi serviks akan terlihat jelas, teksturnya lengket, dengan sel darah merah dalam jumlah besar yang menelan sperma sehingga mempengaruhi produksinya, menghalangi masuk ke rahim, dan mempengaruhi kesuburan.

Demikian informasi ciri ciri erosi serviks yang umum terjadi. Nah, jika Anda tidak ingin memiliki resiko terkena erosi serviks, sebaiknya lakukan pencegahan sedini mungkin dengan melakukan gaya hidup sehat. Semoga bermanfaat!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *