Resiko Jantung Bocor Pada Bayi

Resiko jantung bocor pada bayi saat ini adalah permasalahan yang memicu kekhawatiran para orang tua. Bagaimana tidak, siapapun tidak dapat menduga jika anaknya dapat terkena kelainan jantung bocor, karena pasalnya kelain ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir.

resiko-jantung-bocor-pada-bayi

Berbagai jenis penyakit jantung bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Bahkan sejak bayi hingga dalam kandungan pun memiliki risiko besar. Sayangnya masih belum banyak ibu yang mengandung sadar akan rentannya kebocoran jantung pada bayi yang dikandungnya.

Penyakit jantung bocor bermula dari proses pembentukan jantung yang terjadi pada janin dalam kandungan ibu ketika masa awal saat mengalami kehamilan. Ketika bayi didalam kandungan, aliran oksigen dan juga karbon dioksida yang terjadi padanya dilakukan melalui adanya plasenta. Sehingga apabila terjadi jantung bocor pun, saat tersebut tidak akan menimbulkan berbagai macam bentuk masalah lainnya.

Namun saat bayi lahir dan saat tali plasenta yang membantunya tersebut akan dipotong, hal inilah yang dapat menunjukan adanya masalah pada bagian jantung bayi tersebut ataupun tidak. Salah satu tanda yang paling mudah untuk dikenali adalah dengan mendengarkan suara bising yang ditimbulkan oleh bayi. Suara bising tersebut disebut sebagai murmur, dan hanya dapat didengar oleh dokter yang bersangkutan melalui stetoskopnya saja. Hal itulah yang menandakan bahwa bayi beresiko terkena jantung bocor.

Jantung bocor pada bayi menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian. Tentunya hal ini menjadi hal yang sangat menyedihkan bagi setiap orang tua. Namun dalam beberapa kasus tercacat 800-900 kasus pertahun bayi yang selamat lewat pembedaha jantung bocor dengan catatan melakukan pengobatan dan konsultasi yang rutin kepada dokter spesalis jantung untuk melihat perkembangan jantung pada bayi.

Ketika sejak bayi sudah mengalami penyakit ini tentu menjadi satu kendala yang bisa membuat kualitas hidupdan kehidupan bayi menjadi kurang maksimal nantinya. Berikut berbagai resiko jantung bocor pada bayi yang kemungkinan bisa terjadi, diantaranya :

  • Mudah terserang sesak nafas

Adanya kelainan jantung bocor juga akan berpengaruh langsung dan menganggu sistem pernafasan, sehingga menyebabkan sesak nafas atau kesulitan bernafas. Hal ini karena letak jantung yang dekat dengan paru-paru dan memiliki kontribusi tinggi bagi sistem pernafasan.

  • Hemoglobin menjadi tinggi

Ketika seseorang mengalami kelainan jantung bocor maka akan berpengaruh pada kandungan hemoglobin dan menjadi tinggi hingga mencapai kadar 10. Sedangkan batas normal dari kandungan hemoglobin pada manusa memliki ukuran hingga 14 saja. Meskipun tingginya tingkat hemoglobin bukanlah selalu mengindikasikan kondisi yang berbahaya, namun jika dibiarkan akan beresiko menyebabkan munculnya penyakit lain.

  • Jantung sering berdetak cepat

Bayi yang memiliki kelainan jantung bocor akan beresiko merasakan detakan jantung yang lebih cepat meskipun tidak mendapatkan aktivitas rangsangan ataupun gangguan.

  • Mengalami palpitasi

Palpitasi merupakan kondisi dimana jantung menjadi berdebar-debar tanpa ada sebab apapun. Bahkan ketika bayi terkena angin saja jantung pada bayi langsung akan menjadi berdebar-debar dan detakan semakin cepat.

  • Rentan terhadap penyakit

Bayi yang mengalami kelainan jantung bocor akan langsung mengalami penurunan kualitas ketahanan tubuh yang kemudian membuat bayi mudah terserang penyakit. Hal ini juga bisa ditandai dengan mudah lelah meskipun hanya melakuka kegiatan yang ringan.

Meskipun terbilang kelainan penyakit yang berbahaya, namun jantung bocor dapat diatasi sedini mungkin. Cara menyembuhkan jantung bocor ini dapat dilakukan dengan pengobatan alternatif yang dapat dimulai dari pemberian obat yang dapat mengurangi beban jantung, seperti diuretik dan perbaikan nutrisi.

Cara terbaik untuk menghindari terjadinya kasus jantung bocor pada bayi adalah dengan cara melakukan pencegahan. Sebisa mungkin jaga asupan makanan Anda dan menghindari rokok, alkohol, narkoba dan makanan kurang sehat. Bagi ibu hamil konsumsilah makanan penguat jantung janin seperti sayuran hijau, buah-buahan, umbi-umbian yang mengandung nutrisi tinggi. Kemudian dianjurkan juga melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi dan juga kegiatan fisik ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *