Cara Penularan Hepatitis

cara-penularan-hepatitis

Hepatitis tergolong kedalam penyakit yang berbahaya, disamping itu penyakit ini juga bisa menular dengan cepat. Cara penularan hepatitis sendiri dapat terjadi jika orang yang ditularkannya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Hepatitis merupakan sebuah kondisi peradangan organ hati yang dikarenakan toksin atau senyawa kimia atau obat yang mampu menjadikan seseorang terinfeksi. Hepatitis dengan masa berlangsung yang tak lebih dari 6 bulan diketahui juga dengan sebutan hepatitis akut, sementara hepatitis yang kronis adalah kondisi hepatitis dengan masa 6 bulan lebih lamanya.

Hepatitis sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti hepatitis A,B dan C. Namun penderita hepatitis B paling banyak di Indonesia. Virus biasanya menjadi penyebab utamanya, tapi tidaklah selalu demikian, karena hepatitis juga bisa terjadi dikarenakan obat-obatan serta alkohol. Hepatitis dengan pemicu obat-obatan dan alkohol ini lebih dikenal dengan sebutan hepatitis non-virus.

Cara Penularan Hepatitis

1. Tidak Menjaga Kebersihan

Virus penyebab hepatitis pada dasarnya mampu bertahan hidup di luar tubuh cukup lama, yakni beberapa bulan. Untuk itu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar sangatlah penting dilakukan. Hal lain yang juga dianjurkan adalah senantiasa membersihkan tangan setiap kali sehabis mengganti popok anak serta ketika hendak menyiapkan makanan. Cucilah tangan secara rajin khususnya sebelum makan dan minum.

2. Makanan & Minuman

Cara penularan hepatitis dapat terjadi lewat makanan dan minuman. Makanan yang sudah terkontaminasi virus hepatitis adalah yang paling berbahaya dan bisa menular dengan cepat. Tak hany dari makanan, minuman pun juga dapat menularkan virus, apalagi air yang sudah terkontaminasi. Sebaiknya hindari meminum air mentah, rebuslah dulu dan pastikan mendidih sebelum mengonsumsinya.

3. Mengonsumsi Kerang Mentah

Perlu diketahui bahwa tak semua makanan laut mentah itu terjaga kebersihannya yang jika dimakan bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Kerang tampk nikmat bagi sebagian orang, khususnya kalau dikonsumsi mentah-mentah, padahal kerang kerap diperoleh dari air yang penuh polusi. Ketika kerang mentah langsung dimakan atau tidak dibersihkan dulu, maka resiko penularan hepatitis akan semakin besar.

4. Dari Ibu ke Anaknya

Ibu yang sedang hamil bisa saja menularkan hepatitis pada anaknya. Oleh sebab itu rajin-rajinlah mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter selama masa kehamilan. Pastikan juga menjauhi penderita hepatitis serta barang-barang yang kiranya dipakai oleh penderita hepatitis. Hal ini akan meminimalisir risiko sang janin terserang virus hepatitis.

5. Peralatan Rumah Sakit

Di rumah sakit atau pada klinik, alat-alat yang tak tersterilisasi dengan baik juga berpotensi tinggi memicu seseorang tertular hepatitis, khususnya hepatitis B dan C. Tempat-tempat ini memang dianggap begitu baik dan aman, namun kita tak pernah tahu seberapa steril rumah sakit yang dikunjungi. Transfusi darah juga adalah proses yang juga dapat menyebabkan penularan terjadi, apalagi kalau transfusi darah ikut terkontaminasi.

6. Penggunaan Barang Yang Sama

Menggunakan barang milik penderita hepatitis atau memakai barang yang sama secara bergantian adalah cara penularan hepatitis termudah. Virus hepatitis B dan C adalah yang paling umum ditularkan lewat penggunaan barang bersama. Barang-barang yang dimaksud antara lain seperti halnya jarum, gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi, serta benda-benda lainnya yang kiranya dapat terkontaminasi darah si penderita.

7. Berhubungan Intim

Berhubungan intim memiliki risiko penularan hepatitis yang besar. Ini karena diketahui bahwa virus tersebut penularannya bisa lewat cairan vagina, darah, atau air mani orang yang sudah terkena infeksinya.

8. Darah yang Sudah Terkontaminasi

Ketika seorang penderita hepatitis terluka, luka pada kulit ini bila berdarah dan darahnya mengenai orang lain pun juga berkemungkinan menyebarkan virus hepatitis. Itulah alasan mengapa penting untuk menjaga jarak dengan penderita hepatitis supaya kita tak mudah terkena infeksinya, terutama lewat darah dari luka atau ketika berhubungan seksual.

9. Peralatan Untuk Menindik Dan Tato

Virus hepatitis B dan C diketahui bisa ditularkan lewat peralatan-peralatan tindik dan tato tersebut. Ini karena potensi di mana peralatan terkena darah lebih tinggi ketimbang peralatan maupun barang lainnya. Risiko semakin besar apabila peralatan yang sudah digunakan pada orang lain tak disterilisasi secara sempurna dan akhirnya bisa menulari pelanggan lainnya dengan mudah.

Virus dan bakteri selalu ada dimana-mana dan bisa saja tanpa kita sadari, kita telah terkena virus tersebut. Untuk meminimalisir hal tersebut ada baiknya kita melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum virus menyerang dan sulit disembuhkan. Jika sudah masuk tahap yang kronis, bukan tidak mungkin cara menyembuhkan hepatitis ini pun akan lebih lama dan membutuhkan kesabaran.

Tips Mencegah Penularan Hepatitis

  • Melakukan vaksinasi hepatitis
  • Selalu menjaga kebersihan, salah satunya rajin mencuci tangan dengan sabun saat hendak maupun setelah melakukan sesuatu
  • Menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk tertular penyakit hepatitis B seperti yang sudah di jelaskan di atas
  • Mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda. Jika ada riwayat penyakt hepatitis , maka Anda dan keluarga Anda setidaknya harus lebih waspada akan risiko penularan yang mungkin terjadi
  • Lebih memperhatikan makanan dan minuman yang akan Anda konsumsi. Selain memastikan kebersihannya, ada baiknya Anda menghindari konsumsi makanan yang masih setengah matang atau mentah seperti sushi.
  • Makanan yang mentah, sebenarnya cenderung berisiko menularkan penyakit hepatitis
  • Hati-hati dengan penggunaan jarum. Apabila Anda ingin membuat tato atau sekedar membuat tindik baru, atau mungkin piercing, pastikan jarum yang akan Anda gunakan benar-benar steril.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *