Cuka Untuk TBC

Di Indonesia sendiri cuka mungkin lebih banyak digunakan sebagai campuran salad atau bahan makanan lainnya. Namun ternyata banyak penelitian yang mengungkap bahwa banyak manfaat lain termasuk manfaat cuka untuk tbc.

cuka-untuk-tbc

Di barat, cuka sudah dikenal sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena kandungan penyembuhnya. Baru bertahun – tahun berikutnya, cuka dikenal sebagai bahan untuk membuat hidangan terasa lebih lezat.

Manfaat Cuka Untuk TBC

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini merupakan penyakit yang ditularkan dari penderita TB aktif melalui percikan air liur ketika batuk. Bakteri ini menyebabkan pembentukan massa jaringan kecil yang disebut turbekel. Turbekel di dalam paru-paru menyebabkan gangguan pernapasan, batuk, dan mengeluarkan dahak. Kadang, gejala TB bisa tiba-tiba menghilang dan bisa muncul lagi jika tidak diatasi dengan baik.

Seperti yang sudah diungkapkan dalam data WHO pada 2015, TB termasuk dalam 10 penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Sedangkan, Indonesia termasuk dalam 6 negara dengan kasus TB terbanyak. Untungnya, penyakit ini bisa disembuhkan dan dicegah.

Tidak tidak sedikit orang yg tahu bahwa tuberculosis yaitu penyakit berbahaya yg mesti ditebus dengan obat mahal. Tetapi penelitian mengungkap bahwa kunci untuk membunuh kuman TBC bisa jadi tak jauh dari dapur Anda. Salah satunya cuka, ternyata cuka bisa menjadi obat yang murah, tak beracun, sekaligus efektif sebagai cara menyembuhkan tbc dengan membunuh bakteri mycobacteria secara cepat.

Para ilmuwan menggunakan cuka untuk membunuh organisme tuberkulosis dengan mengetesnya pada obat yang perlu dilarutkan dulu dengan asam asesat. Hasilnya, mereka pun menyadari bahwa tanpa obat pun asam asetat sudah dapat membunuh bakteri.

Fakta lain tentang cuka adalah, cuka sendiri merupakan kandungan senyawa yang memiliki kemampuan membunuh mikrobakteri. Oleh karenanya, solusi asam asetat dapat digunakan sebagai desinfektan murah dan tidak beracun dalam kebersihan klinis, untuk membersihkan permukaan tempat di mana kuman sering mengintai.

Setelah itu, peneliti mencoba lagi seberapa efektif asam asetat untuk melawan salah satu bakteri paling kuat, yang tidak bisa dilawan oleh obat apapun dalam kasus non-TB, yaitu bakteri M. abscessus. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa, 10 persen asam asetat yang kuat bisa membunuh kuman atau bakteri secara efektif dalam 30 menit. Temuan ini juga masih efektif jika ditambahkan protein dan sel darah merah.

Namun penemuan ini masih perlu diteliti lebih dalam. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah asam asetat lebih aman untuk dikonsumsi atau hanya untuk mensterilkan peralatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *