Penyebab BAB Berdarah Pada Bayi

penyebab-bab-berdarah-pada-bayi

Apa yang bunda rasakan ketika ada darah dalam tinja si kecil? Sebagai orangtua tentunya Anda akan merasa khawatir. BAB berdarah sebenarnya bisa tejadi pada siapa saja, baik pada orang dewasa maupun bayi sekalipun. Namun pasti Anda bertanya-tanya apa penyebab bab berdarah pada bayi? Apakah menandakan kondisi yang lebih serius?

BAB berdarah pada bayi tidak selalu berarti buruk, namun merupakan tahap tumbuh kembang tubuhnya yang sedang beradaptasi dengan kehidupan di luar kandungan. Hal ini terjadi karena BAB bayi berubah-ubah seiring pertambahan usia serta perubahan asupan yang diterima mulai dari ASI, susu formula sampai dengan makanan padat.

Adapun pada beberapa kasus, para orangtua seringkali menanyakan, apakah jika tinja bayi berwarna merah selalu menandakan adanya darah? Hal tersebut dikatakan belum tentu. Karena pada warna tinja anak yang agak kemerahan terkadang dapat disebabkan akibat konsumsi buah dan sayuran tertentu, pemberian suplemen besi, atau pewarna makanan tertentu. Namun bila Anda masih ragu dan khawatir sebaiknya bawalah anak ke dokter untuk memastikan hal tersebut.

Perlu Anda ketahui BAB berdarah pada bayi yang masih dianggap normal adalah jika :

  • Terdapat sedikit bercak darah pada BAB. Apalagi jika memiliki anak perempuan, ia mungkin mengalami penyesuaian hormon di bagian kelamin selama beberapa waktu. Saat hormon dalam tubuh si kecil sudah sesuai, bercak darah ini akan hilang dengan sendirinya.
  • Jika si kecil mengonsumsi susu formula dan mulai makan makanan padat, BAB nya mungkin akan tercampur dengan sedikit darah jika ia mengalami konstipasi. Ini karena tekstur BAB yang keras menekan keluar melalui anus dan menyebabkan luka.

Berdasarkan hasil riset, bahwa orang tua yang membawa anaknya ke dokter diakibatkan BAB berdarah mencapai 0,3% dari beberapa kasus penyakit anak yang sering timbul. Pada kasus BAB berdarah yang berpotensi fatal tercatat sekitar 4%.

Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan atau penyakit yang terjadi di dalam saluran pencernaan, baik saluran pencernaan atas maupun bawah. Pada BAB berdarah ini juga seringkali ditemukan bersamaan dengan muntah darah. BAB berdarah bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala dari penyakit yang mendasarinya.

Penyebab BAB Berdarah Pada Bayi

1. Infeksi

Penyebab BAB berdarah pada bayi yang pertama adalah menandakan adanya infeksi. Jika BAB berdarah disertai diare maka kemungkinan bayi mengalami infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri seperti shigella (penyebab disentri), salmonella atau campylobacter. Bakteri-bakteri ini menyebabkan peradangan pada usus yang kemudian pecah sehingga mengalirkan darah ke dalam feses. Jenis bakteri strepcococcus juga menyebabkan BAB berdarah karena menginfeksi kulit di sekitar lubang anus sehingga terjadi peradangan.

2. Kolitis

Kolitis adalah peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolon) dan rektum. Kolitis pada bayi akan menyebabkan luka kecil di usus besar yang mungkin tidak terasa sakit tapi bisa menyebabkan ada darah pada feses. Belum diketahui penyebab kolitis pada bayi, namun banyak yang meyakini kalau genetik disinyalir merupakan penyebab utamanya.

Bayi yang lahir prematur juga rentan mengalami BAB berdarah karena memiliki sistem kekebalan tubuh terbelakang, yang membuat organnya rentan terhadap infeksi. Dalam kondisi ini dinding usus diserang bakteri, dan degenerasi bakteri menyebabkan radang yang akhirnya menyebabkan darah pada BAB.

3. Penyakit Crohn

Penyakit crohn adalah penyakit radang pada usus besar, yang hampir serupa dengan kolitis. Sama seperti dalam kasus kolitis, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai kondisi ini dan tampaknya disebabkan oleh faktor genetik. Jika seseorang dalam keluarga telah didiagnosis menderita penyakit ini, maka kemungkinan anak juga akan mengalami penyakit ini.

4. Alergi

Bayi yang alergi terhadap jenis makanan tertentu seperti susu sapi dan gandum besar risikonya mengalami BAB berdarah yang kadang disertai dengan lendir. Selain alergi makanan, darah pada feses juga bisa disebabkan ketika si kecil mulai mengonsumsi vitamin. Meski kasusnya jarang terjadi namun tidak boleh diabaikan.

5. Anal Fissure (Robekan Pada Anus)

Anal fissure adalah robekan pada lapisan anus yang disebut mukosa anus. Mukosa anus cukup rentan terluka selama buang air besar. Luka pada mukosa anus sering terjadi pada bayi, dan belum diketahui penyebab pastinya. Namun para ahli menyatakan kalau kemungkinan ASI menyebabkan BAB menjadi lebih cair sehingga menutupi lapisan mukosa yang sensitif pada anus. Oleh karena itu bayi yang sering terkena diare, lebih sering mengalami anal fissure ini.

Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab BAB berdarah pada bayi. Sebaiknya waspadai jika feses berdarah diikuti rewelnya si kecil, buang air besar lebih sering, darah yang keluar tidak sedikit, diare, muntah-muntah dan demam maka segera periksakan ke dokter.  Semakin dini pemeriksaan maka cara menyembuhkan BAB berdarah pun akan semakin mudah dilakukan. Biasanya dokter akan menanyakan riwayat pendarahan dan riwayat perjalanan penyakit.

Jika ada pemerikasaan diperoleh sang anakn mengalami syok karena pendaraham yang cukup banyak serta ditandai dengan penurunan tekanan darah, detak jantung yang cepat dan pucat, umumnya dokter akan langsung memasang infus untuk memasukkan cairan. Setalah kondisi stabil dokter akan mencari penyebabnya dan mengobatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *