Komplikasi Gondongan

Pada beberapa kasus penyakit gondongan ini tidak berbahaya dan bahkan bisa sembuh dengan sendirinya, namun bukan berati Anda menyepelekannya. Sebaiknya lakukan penanganan sebelum kompliasi gondongan menyerang Anda dan semakin sulit disembuhkan.

komplikasi-gondongan

Gondongan memang jarang terjadi jika dibandingkan dengan jumlah orang yang terkena campak atau cacar air. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyerang bagian kelenjar parotid/kelenjar air liur yang berada di daerah sekitar telinga.

Selain adanya pembengkakan pada kelenjar leher, penyakit gondongan juga menyebabkan rahang terasa kaku, serta rasa nyeri yang timbul pada saat mengunyah maupun menelan makanan. Gejala lain dari penyakit ini juga tidak jauh berbeda dengan penyakit flu seperti nyeri otot, demam, sakit kepala, menggigil serta tidak nafsu makan.

Jaman dulu cara menyembuhkan gondongan sendiri biasanya pengidap gondongan sering diberi blau atau bulau yang berwarna biru yang biasa dipakai untuk mencuci pakaian. Namun sebenarnya penggunaan bulau tidak ada hubungan secara klinis dengan penyakit gondongan. Kemungkina anak-anak yang diberi bulau ini tujuannya agar malu untuk bermain di luar, sehingga si anak mau istirahat total di rumah untuk membantu mempercepat proses penyembuhannya.

Gondongan dapat menular jika adanya kontak secara langsung dengan seseorang yang mengidap penyakit ini. Khususnya ketika daya tahan tubuh seseorang mulai melemah serta menghirup udara yang telah terkontaminasi dengan percikan air liur ketika pengidap gondongan sedang batuk maupun bersin.

Meskipun berbagai gejala dari penyakit gondongan ini dapat hilang dengan sendirinya, namun tanpa kita sadari penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan.

Komplikasi Gondongan Jika Tidak Segera Diobati

  • Ensefalitis. Yaitu suatu peradangan pada bagian otak. Kondisi ini ditandai dengan adanya sakit kepala, rasa kantuk yang sangat, kejang-kejang bahkan koma. Ensefalitis disebabkan oleh adanya serangan virus penyebab gondongan yang menjalar ke otak. Pengidap bisa mengalami kerusakan otak maupun saraf pada otak secara permanen sehingga menyebabkan terjadinya ketulian maupun lumpuh pada otot wajah. Namun kasusnya sangat jarang terjadi.
  • Gangguan saraf sensorik telinga serta gangguan pendengaran secara permanen pada salah satu atau kedua bagian telinga
  • Peradangan pada salah satu atau bahkan bagian persendian yang nantinya akan menyebabkan adanya rasa nyeri pada satu atau beberapa sendi sekaligus.
  • Nefritis. Yaitu peradangan pada organ ginjal, yang akan menyebabkan si pengidap mengeluarkan urin yang lebih kental dari biasanya serta dalam volume yang lebih banyak dari biasanya.
  • Pankreatitis (peradangan pankreas). Kondisi ini bisa terjadi di akhir minggu pertama terserang virus gondongan. Pengidap akan merasakan mual dan muntah yang disertai dengan nyeri perut.
  • Meningitis (radang selaput otak).
  • Ovoritis, yaitu suatu peradangan pada salah satu atau kedua bagian indung telur. Gejala yang ditimbulkan adalah adanya rasa nyeri ringan di bagian perut. Namun jarang sekali dapat menyebabkan kemandulan.
  • Orkitis (radang testis).

Jika dilihat dari beberapa komplikasi gondongan, yang paling mudah dan mungkin terjadi adalah penurunan fungsi pendengaran. Dan ini adalah bahaya yang sangat mengerikan, karena seumur hidup Anda akan memiliki pendengaran yang kurang sempurna. Belum lagi ditambah dengan bertambahnya usia, maka Anda akan semakin mengalami gangguan pendengaran.

Selain berbahaya untuk diri sendiri gondongan juga berbahay bagi orang lain karena mereka berisiko untuk tertular. Maka dari itu lakukan pencegahan sedari dini, dengan memberikan vaksin imunisasi MMR pada anak. Pemberian vaksin ini diberikan saat anak berusia 12 hingga 18 bulan, dan harus diulang saat berusia 6 tahun. Jika terlanjur tidak memberikan vaksin saar kecil, Anda bisa melakukan langkah pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan mandi atau memakai masker.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *