Faktor Resiko Terkena Radang Paru Paru

faktor-resiko-terkena-radang-paru-paru

Siapapun bisa terkena radang paru-paru, namun pada umumnya bayi dan orang lansia memiliki faktor resiko terkena radang paru-paru yang lebih besar. Sebaiknya Anda perlu mewaspadai dan sebisa mungkin melakukan pencegahan sejak dini.

Radang paru-paru sendiri disebabkan oleh bakteri jenis strepcococcys pneumonia dan chlamydophila penumonia. Radang paru-paru ini juga paling sering terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah seperti penderita HIV/AIDS.

Gejala radang paru-paru yang biasa menyerangf manusia adalah batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernafas. Banyak masyarakat yang menganggap enteng karena gejala ini terkesan biasa. Padahal Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak terkena radang paru-paru. Polusi udara yang terjadi di kota besar diduga menjadi faktor utama terjangkitnya radang paru-paru di Indonesia.

Faktor Resiko Terkena Radang Paru Paru

1. Para penderita penyakit paru kronis

Seperti para penderita asma, penyakit paru obstruktif menahun dan fibrosis kistik juga termasuk kategori orang-orang yang sangat beresko terkena penyakit radang paru-paru ini

2. Para perokok aktif maupun pasif serta peminum alkohol.

Bagi para perokok asap rokok yang dikeluarkan sebenarnya tidak sepenuhnya dikeluarkan secara keseluruhan, akan ada beberapa asam yang masuk kedalam organ tubuh kita dan sebagian akan terikat oleh hemoglobin darah kita. Akibatnya pernafasan akan menjadi terganggu dan memicu terjadinya sesak nafas.

3. Penyakit ini rentan menyerang orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas ataupun menyerang bayi yang masih berusia dibawah 2 tahun.

Hal ini karena orang-orang yang berada pada usia tersebut memiliki daya tahan tubuh yang paling lemah dan tentunya sangat rentan terhadap penyakit. Infeksi akibat virus, jamur ataupun bakteri juga dapat dengan mudah menyerang tubuh mereka apabila mereka kurang menjaga kesehatan mereka.

4. Orang-orang yang menderita penyakit kronis. Seperti penderita gagal jantung, diabetes ataupun anemia sel sabit juga sangat berbahaya.

5. Orang-orang yang mengalami komplikasi penyakit stroke seperti batuk atau mengalami masalah keselitan saat menelan makanan.

6. Pasien yang sedang manjalani ataupun pernah melakukan perawatan di unit perawatan intensif rumah sakit, terutama bagi orang orang yang pernah menggunakan alat bantu pernafasan untuk mencegah sesak nafas atau yang lebih sering dikenal dengan ventilator. Seseorang yang mengalami penyakit radang paru-paru oleh virus atauun bakteri terdapat kemungkinan dapat menimbulkan perpindahan virus itu kepada pemakai alat yang sama.

7. Penderita malnutrisi atau kurang gizi.

Orang yang memiliki gizi rendah memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Apabila daya tahan tubuh Anda lemah, maka tidak mengherankan jika virus atau bakteri akan dengan mudah menembus pertahanan tubuh Anda.

Jika Anda sudah mengetahui apa saja faktor resiko terkena radang paru paru ini maka ada baiknya Anda berusaha untuk menghindari penderita ataupun jangan terlalu berkomunikasi secara langsung.

Cara mengetahui seseorang terkena radang paru-paru ini bisa dilakukan dengan rontgen dan pengambilan kultur dari spuntum. Spuntum adalah dahak yang keluar pada saar seseorang batuk. Selain batuk demam pada orang adalah tanda yang paling mudah dikenali. Ketika sudah mulai demam alangkah baiknya mengecek keadaan ke dokter untuk memastikan penyebab demam yang terjadi.

Jika Anda terlanjur terkena radang paru-paru, alangkah baiknya segera tangani dengan sigap. Ada banyak berbagai macam cara menyembuhkan radang paru-paru ini, salah satunya vaksin yang sudah banyak ditemui dan mudah untuk didapat. Jika masih belum sembuh segeralah bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tips Mencegah Radang Paru Paru

  • Cucilah tangan sesering mungkin terutama setelah ke kamar kecil, setelah mengganti popok bayi, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan atau minuman dan setelah bersin.
  • Jangan merokok
  • Hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebih
  • Mintalah vaksinasi pneumonia atau flu
  • Hindari polusi
  • Menjaga kebersihan
  • Istirahat cukup
  • Pemeriksaan rutin

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan adanya sirkulasi udara yang baik di rumah. Sebaiknya sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan rumah. Karena kondisi rumah yang lembap dan pengap memungkinkan kuman pernafasan dapat tumbuh dan bertahan hidup.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *